Read more: http://www.uzumaki-popey.com/2013/01/cara-membuat-blog-agar-tidak-bisa-di.html#ixzz2SfJqaQPO

Kondisi dalam diam dan hening adalah momen tepat untuk Anda bisa mengenal diri lebih dalam. (Foto: gettyimages) MEDITASI tak hanya mendatangkan kedamaian. Kondisi dalam diam dan hening adalah momen tepat untuk Anda bisa mengenal diri lebih dalam. Tak hanya itu, energi positif dapat diperoleh saat Anda rutin bermeditasi.

Jika Anda merasa sudah waktunya memeroleh keheningan dan kedamaian dalam hidup, atau meredakan “kegilaan” dan stres, cobalah bermeditasi. Berikut, lima manfaat meditasi sebagaimana diulas Times of India.


Kondisi diam dan hening adalah momen yang tepat untuk kita bisa mengenal diri lebih dalam.



Rasa damai
Meditasi tidak harus menjadi sebuah proses yang panjang. Anda hanya perlu menutup mata, diam, memperhatikan tubuh, dan berfokus pada napas Anda. Dalam beberapa menit, Anda akan merasa rileks.



Kejelasan dan fokus
Seiring waktu, meditasi membantu Anda bisa konsentrasi dengan lebih baik pada setiap aktivitas. Anda pun akan dapat melihat berbagai hal lebih objektif dan jernih.



Kesehatan holistik
Meditasi bagus untuk Anda secara internal maupun eksternal. Banyak yang percaya bahwa meditasi membantu menyembuhkan dan merilekskan organ-organ tubuh. Manfaat tersebut salah satunya terlihat pada kulit yang semakin bercahaya.



Pembunuh stres
Meditasi terutama berguna pada saat-saat sedih, stres, dan di bawah tekanan. Meditasi memungkinkan Anda untuk melepaskan timbunan racun dan energi negatif dalam tubuh, seperti rasa takut, khawatir, dan cemas.



Siapapun bisa melakukannya
Anda bisa bermeditasi lewat arahan yang diberikan buku, menghadiri lokakarya, ataupun membeli CD petunjuk meditasi. Meditasi merupakan alat penting untuk mengatasi stres dan mengelola tanggung jawab yang datang pada setiap siklus kehidupan manusia.


Sumber : http://lifestyle.okezone.com

Sosok Kartini identik dengan perjuangan wanita Indonesia untuk bisa memiliki kesempatan yang sama dengan pria. Tidak heran kalau tanggal kelahirannya, 21 April, dijadikan momentum semangat oleh seluruh wanita Indonesia. Menurut DR. BRA Mooryati Soedibyo, untuk bisa memiliki kesempatan yang sama dengan pria, wanita harus melawan rasa takut.


"Banyak wanita kalau belum memulai itu takut untuk maju, padahal mereka punya keinginan," katanya saat meresmikan Women Entrepreneurship Academy (WEA), Kamis, 21 April 2011, di Jakarta.


Menurut pengusaha kosmetik itu, rasa takut membuat masih banyak wanita yang tertinggal di berbagai bidang termasuk pendidikan, sosial, dan perekonomian. Bahkan, dalam hal karier, wanita diketahui hanya mendapatkan pendapatan sepersepuluh dari total pendapatan di Indonesia. 


Hal ini menunjukkan bahwa walaupun bekerja, penghasilan wanita masih dinilai lebih rendah dibandingkan pria. Untuk itu, menurut Mooryati Soedibyo wanita Indonesia itu harus memiliki 9 sifat (9T) yaitu:


1. Toto atau pengaturan yang baik. 

Wanita harus dapat mengatur dan mengembangkan hidupnya secara teratur dengan selalu memiliki rencana tentang apa yang akan diraih selanjutnya.


2. Titi atau akurat. 

Dalam mencapai keinginannya, wanita harus memperhitungkan secara akurat kemampuannya.


3. Titis atau mengena. 

Wanita harus merealisasikan keinginannya sesuai dengan tujuan.


4. Tatak atau berani

Wanita tidak boleh takut dalam menghadapai tantangan jaman, dan takut terhadap persaingan antara wanita dan pria.


5. Tatas atau efektif. 

Selalu melakukan sesuatu dengan pemikiran yang luas dan rencana yang kuat.



6. Tetep atau konsisten.
Dalam menjalankan kehidupan atau bisnisnya, wanita harus konsisten dan tidak boleh cepat bosan dan putus asa.

7. Tanggap atau responsif. 
Wanita harus selalu tanggap dalam melihat berbagai macam peluang yang dimilikinya. Jangan sampai terlewat satu pun.



8. Teguh. 

Wanita harus memiliki keyakinan yang kuat dan tidak dapat diombang-ambingkan dengan kondisi.



9. Trengginas. 
Wanita harus aktif, terampil, dan lincah.



Dari segi perundang-undangan sendiri, menurut Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar, saat ini sudah mulai mempertimbangkan hak-hak wanita.  "Kita boleh bersyukur karena sekarang di dalam undang-undang tidak ada batasan antara wanita dengan pria," ujarnya pada kesempatan yang sama.


Namun, fakta menunjukkan masih banyak wanita Indonesia yang jauh tertinggal dari pria. Menurut Linda, salah satu faktor penghambat perkembangan wanita Indonesia adalah masih kentalnya budaya partriarki di beberapa daerah di Indonesia.

Sumber : http://kosmo.vivanews.com


Hidup selalu dihiasi sisi positif dan sisi negatif. Terkadang, Anda harus menempuh banyak cara untuk selalu berada di jalur yang positif. Namun, bukannya tidak mungkin ada banyak nilai negatif yang dibawa oleh orang-orang terdekat Anda.
Seiring waktu berjalan, nilai-nilai negatif tersebut dapat meracuni kehidupan Anda. Hal inilah yang harus Anda waspadai. Berikut adalah tipe-tipe orang yang dapat meracuni Anda, seperti dilansir laman Glamour:
1. Orang di masa lalu
Tidak semua orang dapat mengambil sisi positif dari permasalahan masa lalu. Banyak di antaranya justru menanam amarah, benci, dan kesedihan dengan selalu mengingat-ingat masalahnya. Mereka agaknya tak sadar itu justru akan memberi dampak negatif dalam kehidupan.
Jika Anda termasuk orang yang tidak dapat melupakan dendam di masa lalu, cobalah berhenti mengingat, atau mencari tahu kisah orang tersebut. Cari kesibukan yang dapat mengalihkan pikiran dari masa lalu. Jangan ragu menghindar jika teman mulai membahas tentang orang-orang di masa lalu.
2. Orang yang selalu mengasihani diri sendiri
Tidak ada yang paling menjengkelkan selain menghadapi orang yang menganggap semua beban yang ada di dunia ini ada di pundaknya. Mereka lebih memilih untuk mengasihani diri sendiri dibandingkan mencari solusi atas permasalahan mereka. Ini karena mereka tidak melihat cara lain selain menyalahkan diri sendiri.
Yang harus Anda lakukan untuk menghadapi orang-orang seperti ini adalah dengan menawarkan bantuan. Namun, jika mereka tidak juga berubah, ada baiknya sedikit menjauh dari mereka karena masukan apapun akan percuma bagi mereka, dan hal tersebut hanya akan membuat Anda
kesal.
3. Orang yang munafik
Tidak dapat dipungkiri, di dunia ini dapat dengan mudah ditemukan orang-orang yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan perkataan. Beberapa teman dapat dengan mudah bersikap baik dan ramah di depan Anda, namun berbuat jahat di belakang Anda.
Anda harus peka terhadap orang-orang yang ada di sekitar Anda. Jika ada teman yang bertingkah laku sepeti hal di atas terhadap teman Anda yang lain, maka dia pun dapat melakukan hal yang sama terhadap Anda.
4. Orang yang selalu mengeluh
Orang yang selalu mengeluh adalah orang yang selalu melihat sisi negatif dari kehidupan mereka. Anda tentu harus membantu teman Anda  untuk melihat sisi positif dari sebuah kejadian. Jika teman Anda tidak berubah, jangan biarkan pemikiran negatifnya memengaruhi Anda.
5. Orang yang suka fitnah
Mereka suka menjatuhkan orang lain demi terlihat lebih menarik. Walau Anda menganggap teman, mereka tak peduli melontarkan kritik dan penilaian-penilaian salah. Mereka pun terkadang menyalahkan Anda atas yang terjadi di kehidupan mereka.
Mereka umumnya melakukan hal tersebut karena mereka merasa tidak aman terhadap hidupnya. Sabarlah. Namun jika kesabaran Anda tidak merubah mereka, waktunya untuk Anda meninggalkan mereka.
6. Orang yang suka memublikasi masalah
Ada sebagian orang yang suka memberi tahu dunia mengenai skandal dan pertengkaran yang mereka lakukan. Tidak tanggung-tanggung mereka melibatkan banyak orang dalam debat menakutkan. Walaupun hanya mendengar cerita mereka, hal tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap Anda. Satu-satunya cara agar Anda dapat terhindar dari dampak negatif mereka adalah dengan menghindar dari mereka.
7. Terlalu banyak menganalisa
Mereka adalah orang yang frustasi terhadap kehidupan mereka dan ingin mencurahkannya pada orang-orang di sekitar mereka. Namun, mereka akan berakhir pada kesimpulan yang irasional. Jika teman Anda terlalu banyak menganalisa apa yang ada di kehidupan Anda, katakan pada mereka bahwa hal tersebut mengganggu Anda.
8. Terlalu banyak ikut campur
Mereka terlalu sibuk mengurusi permasalahan orang lain dibandingkan permasalahannya sendiri. Bahkan mereka sering membuat perselisihan menjadi semakin buruk. Jika ada di antara teman Anda yang memiliki sifat seperti ini, maka Anda harus berhati-hati dalam berbicara dan bersikap di depan mereka.
Sumber : www.lintasberita.com/

Studi dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh-gopoh dan bukan jalan santai memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita. Inilah sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki
(1) Serangan Jantung. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.
(2). Stroke. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.
(3). Berat badan stabil. Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.
(4). Menurunkan berat badan. Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.
(5). Mencegah kencing manis. Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).
Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.
(6). Mencegah osteoporosis. Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.
Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.
(7). Meredakan encok lutut. Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris). Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.
Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.
Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.
(8) Depresi. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.
(9). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara. 

Banyak orang menggambarkan otak kiri berhubungan dengan kemampuan matematika dan otak kanan berhubungan dengan kreativitas. Kedua bagian otak ini memiliki tugas-tugas yang sangat berbeda.

Kedua bagian otak bekerja secara terpisah. Kedua bagian otak ini mengkomunikasi informasi melalui corpus callosum tebal yang menghubungkan mereka. Otak kanan mengontrol otot di sisi kiri tubuh dan otak kiri mengontrol otot di sisi kanan tubuh.

Ketika kamu mengedipkan mata kanan, otak kiri kamu sedang bekerja. Karena criss-cross wiring, kerusakan di salah satu sisi otak mempengaruhi sisi tubuh yang berlawanan.

Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.

Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.

Berdasarkan kekuatan fungsi masing-masing, berarti, kedua fungsi otak manusia itu sangat diperlukan dalam menghadapi hidup. Begitu pula, bagi siswa, pembiasaan penggunaan kedua fungsi otak itu sangat bermanfaat dalam perjalanan dirinya menuju kedewasaan. Dengan begitu, guru/dosen/Trainer dalam mengajar di kelas, metode apapun yang digunakan, sebaiknya berbasis otak kanan dan kiri.

Doug Hall mengatakan, dominasi kerja otak orang mempengaruhi kepribadian :


Si otak kanan : humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, ede = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan”, bebas, spontan.


Si otak kiri : serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi-terorganisir, ide = profitabilitas, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak. 

Sumber : http://infotemplatez.blogspot.com/







(Ilustrasi: Straitstimes)
Kalau kita bandingkann dengan jepang, angka bunuh diri di tanah air termasuk kecil. Berdasarkan data dari kepolisian jepang, angka bunuh diri di jepang, terbilang sangat mencengankan, sekitar 32.552 orang untuk tahun 2005 ! Tidak terlalu jauh dengan tahun tahun sebelumnya, masih di kisaran angka 30 ribuan.. Angka yang cukup tinggi bukan ? Tentu saja Jepang selain terkenal dengan teknologinya, juga terkenal dengan angka bunuh dirinya.



Yang membedakannya dengan Indonesia mungkin kasusnya yang tidak pernah diekspose di media massa. Koran dan televisi seakan besih dari berita bunuh diri, namun kalau pelakunya adalah pejabat, orang terkenal, artis, anak sekolah atau dilakukan secara kelompok dalam jumlah banyak adalah perkecualian. Mungkin karena orang jepang menganggap bunuh diri bukan berita yang bagus atau kejadiannya yang kelewat banyak, kalau diberitakan semua bisa bisa berita lain menjadi kekurangan tempat, atau mungkin juga ada alasan lainnya. Yang jelas bunuh diri mempunyai sejarah yang amat panjang di jepang. Malu, kehilangan harga diri, gagal dalam tugas, umum diakhiri dengan bunuh diri. Bunuh diri karena miskin juga bukanlah hal yang aneh namun yang unik bunuh diri karena mungkin cinta termasuk jarang. Mungkin karena orang jepang tidak punya cinta ? Tentu saja ini adalah pertanyaan bodoh yang tidak perlu dijawab.

Melompat dari gedung tinggi, menabrakkan diri dengan kereta yang sedang melaju, menutup semua pintu mobil dan menghubungkan saluran kenalpot kedalamnya adalah pilihan favorit bagi pelaku, ebanyakan pelakunaya adalah pelakunya adalah pria (72%) dan setengahnya adalah pengangguran. Bunuh diri pada usia remaja dan anak anak usai sekolah, bisa dibilang jarang terjadi, walaupun bukan berarti tidak ada. Penyebabnya kebanyakan kerena stress dengan pelajaran di sekolah, kesepian dll.





Menabrakkan diri ke kereta yang sedang melaju kencang adalah cara bunuh diri yang membuat banyak orang susah. Bayangkan, selama beberapa jam tempat itu akan disteril, ratusan ribu penumpang harus dialihkan ke jalur lain, membuat kereta yang sudah sesak menjadi bertambah sesak. Keluarga si empunya bunuh diri juga susah, karena harus membayar denda keterlambatan kereta dan biaya bersih besih lokasi kecelakaan dll. Ini namanya, cara bunuh diri yang membuat orang lain susah. Walaupun begitu, setiap tahun ada saja yang melakukannya.


Kenapa orang Jepang senang bunuh diri ?

Senang ? Siapa yang senang, justru bunuh diri dilakukan karena perasaan tidak senang, tidak enak, tertekan, malu dan hal lain yang tentu saja tidak menyenangkan (sok tahu ! mode : on). Seperti yang saya sebutkan diatas, mungkin karena sudah budaya mereka. Mereka punya semboyan yang sangat keras, menang atau kalah, dan kekalahan sering harus berakhir dengan kematian. Ketika jepang memutuskan untuk menyerah kepada Amerika, banyak tentara yang memilih mati. Bunuh diri juga merupakan ungkapan dari rasa bersalah karena gagal dalam tugas atau ungkapan perasaan malu, seperti yang dilakukan oleh The Deputy Mayor of Kobe yang bunuh diri karena merasa tidak mampu menjalankan tugas pemulihan kota Kobe pasca gempa bumi hebat tahun 1995.

Kemudian ada juga pejabat yang segera mengambil jalan pintas ketika korupsinya terbongkar seperti kasus yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Jepang baru baru ini yang kemudian disusul oleh kepala mantan Green Resource Agency, untuk kasus yang sama. Malah sering terjadi ketika sang anak menjadi sorotan karena melakukan suatu kejahatan, malah orang tuanya yang bunuh diri.

              



“Melatih Intuisi Sama Dengan Mempertajam Daya Batin Bawah Sadar, Di Mana Hal-Hal Yang Tak Terpikir Oleh Batin Sadar, Dapat Terlihat Oleh Kekuatan Daya Batin Bawah Sadar Melalui Firasat Dan Perasaan Yang Kuat.”- Djajendra
“Intuisi Itu Sama Seperti Masa Otot Tubuh, Bila Tidak Dilatih Dengan Konsisten, Maka Masa Otot Tubuh Akan Menyusut, Dan Demikian Juga Dengan Intuisi, Yang Bila Tidak Dilatih Dan Dikembangkan Secara Konsisten, Maka Kemampuan Intuisi Tersebut Akan Berkurang, Dan Lama Kelamaan Akan Lenyap Dari Potensi Diri.”-Djajendra
“Cara Melatih Intuisi Adalah Dengan Memerhatikan Berbagai Firasat Dan Perasaan Hati, Lalu Mempercayai Semua Perasaan Dan Firasat Tersebut Sebagai Sebuah Pertanda Dari Tuhan.”- Djajendra
Saat seseorang melatih dirinya dengan berbagai sumber kebijaksanaan hidup, maka ia akan memiliki sebuah kekuatan dari pikiran bawah sadar, yaitu yang disebut dengan intuisi. Intuisi secara otomatis memberikan jawaban – jawaban untuk kebutuhan dalam pengambilan keputusan terbaik. Intuisi lebih kuat dibandingkan dengan bakat dan pengetahuan. Intuisi merupakan hasil dari berbagai wawasan, pengalaman, dan pengetahuan yang melebur di dalam pikiran bawah sadar. 

Ketenteraman jiwa dan pikiran akan membuat intuisi menjadi semakin cemerlang dengan gagasan dan pandangan yang menciptakan hasil maksimal. Intuisi juga akan tumbuh dan menjadi kuat dalam perilaku profesionalisme yang menjunjung pembelajaran dan penghayatan nilai – nilai keberhasilan. Setiap orang memerlukan proses hidup yang panjang dengan pengalaman yang beragam agar kekuatan intuisinya mendekati realitas imajinasinya. Kesadaran yang tulus dalam melihat semua aspek perjalanan hidup akan memberikan nilai – nilai positif ke dalam intuisi seseorang. Intuisi merupakan pancaindra keenam yang mendorong seseorang untuk meraih keberhasilan.

Pertanyaannya pernahkah Anda berniat melatih dan mengembangkan intuisi Anda, menjadi sebuah kekuatan yang membantu Anda dalam mencari solusi-solusi hebat di dalam hidup Anda?. Kalau belum, maka saatnya Anda melirik potensi intuisi Anda untuk digarap secara optimal. Intuisi itu adalah energi sukses yang ada di dalam diri Anda, yang kalau Anda kelola secara profesional, maka ia akan menjadi kekuatan yang mampu membimbing setiap langkah Anda menuju sukses. Intuisi selalu muncul dalam wujud perasaan yang mendorong pikiran sadar Anda, untuk mengambil sikap dan tindakan yang diperlukan dalam mencapai hal-hal terbaik di dalam hidup Anda.


Menurut Ric Giardina, mantan direktur Intel Corporation, yang saat ini bekerja sebagai penulis dan pembicara, bahwa intuisi adalah bagian dari alam bawah sadar yang memberikan sinyal atau tanda, di mana intuisi itu mengetahui sesuatu yang tidak dimengerti oleh kesadaran manusia. Oleh sebab itu, intuisi harus dilatih dan dikembangkan sedemikian rupa agar dapat menjadi sebuah kekuatan batin yang ada.


Ketika Anda memutuskan untuk melatih dan mengembangkan intuisi Anda, maka Anda sebenarnya telah bergerak ke arah yang lebih tinggi, sebab dengan intuisi yang teroptimalkan dalam hidup Anda, Anda pasti mampu melakukan hal-hal hebat buat sukses Anda.

Intuisi itu sama seperti masa otot tubuh, bila tidak dilatih dengan konsisten, maka masa otot tubuh akan menyusut, dan demikian juga dengan intuisi, yang bila tidak dilatih dan dikembangkan secara konsisten, maka kemampuan intuisi tersebut akan berkurang, dan lama kelamaan akan lenyap dari potensi diri.
Cara melatih intuisi adalah dengan memerhatikan berbagai firasat dan perasaan hati, lalu mempercayai semua perasaan dan firasat tersebut sebagai sebuah pertanda dari Tuhan.

Melatih intuisi sama dengan mempertajam daya batin bawah sadar, di mana hal-hal yang tak terpikir oleh batin sadar, dapat terlihat oleh kekuatan daya batin bawah sadar melalui firasat dan perasaan yang kuat.
Anda harus percaya dan yakin bahwa intuisi itu bukanlah sesuatu hal yang aneh dan tidak pantas, tapi intuisi itu tidak lebih dari sebuah kekuatan batin yang perlu dilatih dan dikembangkan, untuk menjadi kekuatan yang wajar dalam perjalanan hidup Anda.

Kebanyakan orang selalu menyembunyikan dan mengabaikan semua potensi intuisinya, ataupun malu dan takut untuk mengekspresikan intuisinya pada kehidupan nyata. Hal ini pada dasarnya akan merugikan potensi sukses yang ada pada mereka. Sebab, intuisi tidak lain dari energi positif yang bila tidak dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal akan menjadi sia-sia. Intuisi merupakan sebuah kekuatan dari daya batin bawah sadar Anda, yang bila Anda manfaatkan secara optimal, ia mampu mengatasi semua potensi gagal Anda, tapi apabila Anda ragu dan malu melatih intuisi Anda, maka Anda tidak akan pernah memiliki kekuatan intuisi dalam hidup Anda. Hidup ini sebuah pilihan dan pilihan Anda itulah milik Anda.
Untuk memahami persoalan intuisi lebih mendalam silakan baca buku karya Ric Giardina yang berjudul”The Bona Fide Integrity”.

Prevalensi remaja yang mengalami obesitas dan kegemukan di Indonesia semakin meningkat. Menurut Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, tingkat obesitas pada remaja (usia 15-24 tahun) pada tahun 2007 bahkan mencapai 19.1%1. Bukan tidak mungkin angka ini terus meningkat. Padahal, kelebihan berat badan di usia remaja tidak hanya membuat kita mendapat “stigma” dari teman-teman, tetapi juga membuat kita lebih rentan terkena masalah serius di kemudian hari.

Overweight Sekarang, Menyesal di Kemudian Hari
Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami kelebihan berat badan cenderung mengalami obesitas di usia dewasa2. Gawatnya, obesitas berkaitan erat dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah serta peningkatan resiko terkena diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung yang berujung pada kematian dini. 

Obesitas pun dapat mengakibatkan kesulitan bernafas saat tidur selain gangguan tulang dan sendi yang terjadi akibat kelebihan berat badan. Tambahan lagi, penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengalami obesitas cenderung menerima gaji yang lebih rendah dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak mengalami obesitas.

Ternyata kelebihan berat badan di masa remaja tidak hanya memberikan kerugian di masa sekarang, tapi juga di masa dewasa nanti. Karena itu, sangatlah penting untuk mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur.

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Seseorang yang sering mengantuk dan tampak lesu sepanjang hari punya risiko lebih tinggi untuk mengalami kegemukan. Sebab tanpa disadari, seseorang cenderung lebih sulit mengontrol pola makan saat berada dalam kondisi mengantuk.

Sering mengantuk dan tampak kurang bergairah menunjukkan bahwa seseorang terlalu banyak bergadang atau tidurnya kurang berkualitas. Pola tidur yang tidak sehat inilah yang akan memicu kegemukan, karena nafsu makannya jadi lebih tidak terkontrol.

Hubungan antara pola tidur dengan pola makan ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Columbia University, hasil kerjasama dengan New York Obesity Research Center. Hasilnya telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah di Atlanta baru-baru ini.

Dalam penelitian tersebut, tim ahli yang dipimpin oleh Marie-Pierre St-Onge, PhD melakukan eksperimen terhadap 13 pria dan 13 wanita. Seluruh partisipan yang dilibatkan adalah orang dewasa yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

Eksperimen dilakukan 2 kali, masing-masing dibedakan berdasarkan waktu tidur yang diberikan.

Dikutip dari WebMD, Jumat (25/3/2011), eksperimen pertama mewajibkan partisipan untuk tidur selama 9 jam dalam sehari sementara pada eksperimen berikutnya para partisipan hanya boleh tidur selama 4 jam.

Hingga hari ke-4 pada masing-masing eksperimen, partisipan menjalankan diet yang sama dengan pola makan yang ditentukan oleh tim ahli. Sementara pada 2 hari terakhir, partisipan bebas menentukan sendiri jenis dan porsi makan sesuka hatinya.

Ketika dibandingkan, partisipan cenderung mengkonsumsi makanan dengan porsi sekitar 300 kalori lebih banyak saat hanya diberi kersempatan tidur 4 jam. Dengan kata lain, makin sedikit kesempatan untuk tidur maka porsi makannya cenderung lebih banyak.

Dibandingkan pada pria, pengaruh pola tidur terhadap pola makan lebih tampak pada wanita yang rata-rata mengkonsumsi 328,6 kalori lebih banyak saat kurang tidur. Kalori ekstra yang dikonsumsi pria ketika kurang tidur hanya sekitar 262,7 kalori.

Cari Blog Ini

My Blog

Hello Blogwalking :D Welcome to My Blog. Enjoy!!