Read more: http://www.uzumaki-popey.com/2013/01/cara-membuat-blog-agar-tidak-bisa-di.html#ixzz2SfJqaQPO

 

Generasi muda adalah the leader of tomorrow. Mengapa demikian?Hal ini dikarenakan generasi pemuda adalah penerus bangsa yang akan memimpin suatu bangsa kelak di masa yang akan datang. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjada serta mengubah nasib suatu bangsa apakah menjadi lebih baik dari sebelumnya atau mungkin sebaliknya. Generasi muda harus memiliki semangat dan kemauan untuk membangun bangsa dengan cara menggali potensi serta bakat yang dimilikinya. Dalam berbagai aspek pemuda memiliki peran yang penting misalnya sebagai pelopor perubahan bangsa demi kepentingan bersama yang telah diimpikan seluruh bangsa. Namun ternyata masalah dan potensi generasi muda masih memprihatinkan karena berketidaksinambungan.   
            Perbedaan jaman dari Indonesia yang dulu dan sekarang tentu saja menimbulkan masalah yang berbeda juga pada generasi muda saat ini. Berikut beberapa masalah yang sering terjadi pada generasi muda di Indonesia saat ini :
a. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
b. Ketidakpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
d. Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e. Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.
f. Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral bangsa.
h. Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja.
i. Belum adanya peraturanm perundangan yang menyangkut generasi muda.
Dalam rangka memecahkan permasalahan generasi muda diatas, diperlukan usaha-usaha terpadu, terarah dan berencana dari seluruh potensi nasional dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek pembangunan. Organisasi-organisasi pemuda yang telah berjalan baik merupakan potensi yang siap untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan nasional.

      Generasi muda indonesia saat ini tidak hanya memiliki masalah tapi juga memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
a. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. Pengejawantahan idealisme dan daya kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawab yang seimbang.
b. Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasan yang baru.
c. Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan. Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko. Untuk itu diperlukan kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasi muda sehingga mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.
d. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif. Akan tetapi, keanekaragaman masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatif jika ditempatka dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
h. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman.
i. Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.
j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana.

      Seorang pemimpin besar seperti Bung Karno (Presiden RI pertama) pernah mengungkapkan kata – kata tentang besarnya kekuatan pemuda “Berikan aku 100 orang tua, maka akan kupindahkan Mahameru. Tapi berikan aku 10 orang pemuda maka akan kuguncang dunia.“ seberapa besar kualitas dan kuantitas generasi muda kita saat ini merupakan cerminan masa depan bangsa. Betapa besarnya kepercayaan dan harapan para pendahulu pada generasi muda bangsa ini. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai generasi muda menyikapi semua ini. Masalah yang sering dihadapi generasi muda saat ini timbul dari ketidakpedulian kita pada bangsa ini entah karena sudah dimanjakan dengan kemerdekaan dan fasilitas yang mudah didapat sehingga membuat kita menjadi terlena dan malas untuk memperbaiki dan memperbarui hal yang sudah lapuk dan usang. Keburukan yang ada di depan mata dianggap hal yang biasa dan memilih untuk mengabaikannya. Seharusnya sebuah masalah ada untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi lebih baik dan potensi yang sudah dimiliki sejak lahir harus dikembangkan agar bisa menjadi alat bantu untuk menyelesaikan masalah yang ad di depan mata, bukan malah menghindar dan menutup mata agar kelak negara ini dipenuhi pemuda – pemudi yang dapat mengembangkan dan mengkokohkan posisi indonesia agar tidak dianggap remeh di mata dunia.

KESIMPULAN
Masa depan suatu bangsa terletak di tangan pemuda atau generasi mudanya sebab merekalah yang akan menggantikan generasi sebelumnya dalam memimpin bangsa. Oleh karena itu, generasi muda perlu diberi bekal berupa ilmu pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan zaman, serta tetap menjaga budaya bangsanya.


Referensi :  - Seri diktat kuliah MKDU Ilmu Sosial Dasar Universitas Gunadarma
                        - http://generasimudabangsa.blogspot.com/2011/03/

Pada masa perang dingin, yaitu ada dua negara yang memegang kuasa atas dunia, Amerika dan Uni Soviet dimana mereka adalah sama-sama memiliki senjata yang banyak ditakuti oleh semua negara yaitu Nuklir. dan pada masa itu kendali senjata nuklir sangat dipegang secara hati-hati oleh keduanya mengingat terlalu tinggi resiko dan akibat yang akan diterima bagi masing-masing negara jika smapai salah meluncurkannya. Dengan berakhirnya Perang Dingin, kedua negara melakukan penyesuaian besar-besaran terhadap militer mereka, terutama persenjataan nuklir. Meski demikian, bukan berarti dunia steril dari ancaman nuklir.
132413655818185196
Pasca perang dingin, banyak masalah muncul karenanya. Salah satunya adalah terdapatnya penguasaan akan nuklir oleh negara-negara blok ketika masa perang dingin. Yang di khawatirkan adalah kepemilikan nuklir di tangan negara yang tidak stabil bisa berujung pada bencana. Salah satu negara yang dikategorikan berbahaya sampai-sampai AS menggolongkannya ke dalam poros setan adalah Korea Utara.
Awal mula kesadaran Korut akan pentingnya menguasai pengetahuan tentang nuklir ketika pada seperti yang S. L. Roy katakan dalam mengutip K. J. Holsti, bahwa tujuan diplomasi ialah untuk menjamin keuntungan maksimum negara sendiri, yang terdepan adalah pemeliharaan keamanan. Jadi alasan pertama dan terutama ialah untuk menjaga keamanan rejim Korut. Pada umumnya, Korut menganggap AS sebagai ancaman utama. AS juga mengawasi Korut sebagai negara pendukung teroris. Dengan alasan itu, Washington memberikan sanksi ekonomi kepada Pyongyang. Dalam keadaan seperti itu, melihat hasil perang di Afganistan dan Irak, Korut mengkhawatirkan bahwa pihaknya akan bisa juga menjadi sasaran berikut dalam daftar gempuran AS. Oleh karena itu, Korut menaruh perhatian pada pengembangan senjata nuklir dengan harapan bahwa nuklir itu akan mencegah AS tidak melakukan aksi provokasi militer terhadap Korut. Alasan kedua adalah bahwa kepemilikan senjata nuklir membuat Korut memiliki posisi unggul dalam negosiasi. Keamanan rejim Korut bisa dicapai sempurna melalui perbaikan hubungan dengan AS. Karena itu, menurut pandangan Korut, kepemilikan senjata nuklir akan meningkatkan motivasi AS untuk memperbaiki hubungan dengan Korut.
Jadi inilah dua alasan yang korut anggap penting dalam pengembangan kekuatan nuklir. dan sampai pada akhirnya tahapan yang mengatakan bahwa nuklir adalah sebuah diplomasi yang amat relevan masa kini.
Berbicara tentang bentuk diplomasi yang dilakaukan oleh Korea Utara saat ini jika melihat nuklir sebagai modal utamanya maka dapat disimpulkan bahwa dengan kemampuannya akan penguasaan terhadapa teknologi nuklir menjadikan Korut memliki nilai tawar dalam berdiplomasi dengan negara lain atau tidak jarang dapat dikatakan bahwa Korut menganut bentuk Diplomasi Koersif dalam prakteknya. Mengapa demikian? Karena terlihat jelas dalam prakteknya korut tidak segan menjadikan nuklirnya sebagai modal utamanya dalam merumuskan sebuah kebijakan baru dalam negosiasi agar kepentingan negaranya dapat terpenuhi. Sebagai contoh, korut adalah negara yang belum dapat mencukupi kebutuhan warga negaranya sendiri dan tidak memiliki bayak sumber daya alam yang mencukupi dan atas dasar itulah maka korut menggunakan nuklirnya unetuk memenuhi kebutuhannya.
Diplomasi koersif yang korut lakukan diantaranya telah berhasil menghasilkan, Di tahun 1994 pada pencapaian persetujuan dengan IAEA, penutupan reaktor nuklir light water (Air Ringan) dan Korut menerima minyak solar sebagai imbalan penutupan reaktor nuklirnya. Namun di tahun 1998 ia melanggar perjanjian tersebut dan kembali melakukan uji coba dengan meluncurkan rudal dengan jangkauan jelajah 1.700-2.200 km. Lalu pada bulan November 2002, AS menghentikan pemasokan minyak solar, Pyongyang pun mulai mengoperasikan kembali fasilitas nuklirnya dan mengusir tim pemantau IAEA dari negara mereka.
Kemudian pada tanggal 11 Juni 2005 dalam KTT Korsel dan AS sepakat untuk menjamin rejim maupun upaya normalisasi hubungan, apabila Korut membuang program nuklirnya dan pada 22 Juni 2005, AS kembali memutuskan untuk memberikan bantuan pangan 50 ribu ton ke Korut. Lalu di bulan Maret 2007, di sebuah sesi ketiga dalam pertemuan enam pihak (negara pemilik nuklir di dunia) yang kelimakalinya dibuka kembali di Beijing. Dalam pertemuan itu, negara peserta setuju agar Korut menutup fasilitas nuklirnya di Yongbyeon dalam jangka waktu 60 hari dan mengizinkan kegitan inspeksi IAEA, dan sebagai imbalannya bantuan energi senilai sama dengan 50 ribu ton minyak solar. Negara perserta juga setuju agar Korut mengambil langkah untuk melaporkan dan melumpuhkan semua fasilitas nuklirnya, Korut akan menerima 950 ribu ton bantuan energi secara tambahan.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Korea Utara dengan serius menunjukkan hasrat kepemilikan teknologi senjata nuklir. Namun kepentingan di balik itu adalah untuk mencari pengakuan dan kekuatan melalui ancaman dalam perundingan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan Korea Utara akan energi, finansial, dan juga insentif ekonomi.
Kesimpulan
Semua negara di dunia pasti membutuhkan interaksi dengan negara lainnya dan adanya saling mempengarahu antar satu negara ke negara lain dan hal ini terjadi dalam kehidupan politik internasional. Setiap negara mempunyai kepentiungan yang berbeda-beda dan sebisa mungkin kepentingan nasionalnyalah yang menang untuk dicapai. Dan apabila ada tujuan satu negara dan itu memerlukan bantuan atau peran dari negara lain maka permintaan bantuan ini dapat di capai melalui Diplomasi. Ada diplomasi efektif dan ada pula diplomasi koersif. Dan disini lebih memfokuskan pada diplomasi koersif seperti apa. Contoh yang melakukan diplomasi koersif adalah salah satu negara di Asia yaitu Korea Utara.
Korea utara cenderung menjalankan diplomasi yang koersif yaitu bersifat menekan dan tidak jarang melalui saling mengancam. Hal ini didukung karena faktor kemapanan di bidang pengusaaan teknologi nuklir yang dimiliki oleh Korut. Negara di dunia khususnya Asia timur dan AS merasa cemas dan tidak bisa tinggal diam ketika tahu bahwa Korut memiliki pengusaan terhadap tenaga nuklir. karena jika tidak hati-hati maka dapat menimbulkan kekacauan dan ketidakstabilan keadaan dunia. Dan Korut memanfaatkan ketakutan negara-negara lain dengan melakukan diplomasdi koersif dalam memenuhi tujuan atau lkepentingan nasionalnya serta kebutuhan hidup bangsanya.

Referensi : Handout Mata Kuliah Politik Internasiional. Tundjung Linggarwati.
                                Roy, S.L. 1991, Diplomasi, Jakarta : Rajawali Press.



Tahun segera berganti. Waktunya Anda memulai perencanaan karier agar lebih baik lagi di tahun depan. Anda bisa mengadopsi saran yang diberikan Shelly Gorman, direktur managemen karier dari UNC Kenan-Flagler Business School, tentang beberapa resolusi proaktif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karier Anda.



1. Cek kembali manajemen karier Anda. Untuk memastikan Anda berada pada jalur karier yang tepat untuk Anda, maka tak ada salahnya untuk mengecek kembali dan intropeksi diri Anda dengan pertanyaan seperti, "Dalam pekerjaan ini apakah saya bisa sepenuhnya memanfaatkan keahlian saya?", "Apa visi lima tahun saya ke depan, dan apakah karier saya yang sekarang bisa mewujudkan hal ini?", "Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang ini?" 

2. Miliki pola pikir proaktif. Terkadang banyak orang yang terperangkap untuk selalu menunjukkan nilai dan kemampuan mereka, tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan karena mereka tidak berpikir proaktif dan malu bertanya. Dalam manajemen karier, menjadi rendah hati dan proaktif memang sangat dibutuhkan. 

3. Temukan "merek" Anda dan "jual diri" Anda. Seringkali, banyak orang tidak mampu "menjual diri" mereka dengan baik ketika mencari pekerjaan baru atau bersaing untuk mendapatkan posisi baru di kantor mereka saat ini. Temukan berbagai hal yang menjadi kekuatan Anda dalam bekerja. Setelah Anda menemukan kekuatan diri, Anda akan lebih mudah mengkomunikasikan keterampilan, potensi, dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan. 

4. Memotivasi diri. Untuk mendapatkan posisi dan karier yang lebih baik lagi maka Anda tak boleh berhenti untuk tetap belajar dan memotivasi diri. Ambillah sebuah kelas keterampilan atau kembali ke bangku kuliah untuk mengembangkan keterampilan dan memajukan karier Anda tanpa mengganggu pekerjaan Anda.

5. Membangun networking. Tak bisa dipungkiri bahwa adanya jaringan atau networking bisa berpengaruh pada peningkatan karier Anda. Terutama jika pekerjaan Anda berhubungan dengan orang lain dan membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain. Namun Gorman mengatakan, bahwa sebenarnya networking ini hanyalah sebagai alat pendukung untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan sepenuhnya dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan. 

6. Terus belajar. Jangan pernah malu untuk tetap terus belajar dari orang lain yang lebih sukses untuk membantu membangun kemajuan karier Anda. Namun, jangan hanya belajar dari satu orang saja, ada baiknya untuk belajar dari beberapa orang sukses sekaligus. Karena dengan berkonsultasi pada beberapa orang sekaligus, Anda dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sudut pandang.

7. Jangan terlalu banyak berasumsi. Jangan biarkan asumsi negatif Anda tentang industri atau posisi pekerjaan tertentu menghambat kemajuan karier Anda. Jika kebetulan Anda ditawarkan untuk mengisi posisi jabatan baru, maka jangan terlalu berasumsi negatif. Sebaiknya lakukan beberapa penelitian sederhana tentang pekerjaan tersebut dan posisinya agar Anda bisa melakukannya dengan baik. Jangan mudah menyerah dan pesimis sebelum Anda mencobanya karena terpengaruh berbagai asumsi negatif.

8. Buatlah perencanaan pengelolaan karier. Buatlah rencana manajemen karier Anda lengkap dengan tolok ukur dan metrik rencana kerja. Hal ini bertujuan untuk membantu visi kerja Anda tetap berada di jalur yang tepat. Selain bekerja, buatlah rencana untuk menghadiri berbagai pertemuan untuk menjalin relasi dengan orang lain sekaligus bisa membantu Anda untuk berpikir proaktif. Seringkali, orang-orang terlena dengan menjalankan kehidupan yang mengikuti arus. Padahal, waktu Anda akan lebih bermanfaat dan menyenangkan, karier pun semakin naik kelas, jika Anda memiliki rencana tertentu pada karier dan hidup.

9. Jadilah teman yang baik untuk diri sendiri. Kita seringkali mengandalkan teman baik untuk mendapatkan nasihat. Jika Anda begitu yakin dengan nasihat sahabat Anda, mengapa tak coba melakukannya terhadap diri sendiri? Percayalah bahwa Anda bisa memotivasi diri Anda jauh lebih baik karena Andalah yang paling tahu apa yang tepat untuk Anda dan hal yang paling baik yang bisa Anda lakukan.

Cari Blog Ini

Hello Blogwalking :D Welcome to My Blog. Enjoy!!