Read more: http://www.uzumaki-popey.com/2013/01/cara-membuat-blog-agar-tidak-bisa-di.html#ixzz2SfJqaQPO

 RINGKASAN HASIL DISKUSI

          Selama beberapa tahun terakhir ini perkembangan teknologi informasi (TI) semakin maju sejalan dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Pengenalan terhadap perangkat teknologi pun seharusnya sudah dilakukan sejak dini agar tidak “gaptek” atau gagap teknologi di era globalisasi yang semakin berkembang apalagi di Indonesia. “Anak-anak Indonesia seharusnya sudah dikenalkan pada teknologi itu sejak pre-school. Sekitar usia empat tahun.” ujar Tika Bisono, dalam acara Memanfaatkan Perangkat Tehnologi untuk Pengembangan Kreativitas Anak, di Kidzania, Jakarta, Selasa (19/2).
Menurut Tika Bisono, penggunaan teknologi informasi yang semakin canggih pada anak-anak, seharusnya mendapat pendampingan dari orang tua. “Orangtua dapat mengarahkan anak-anak dalam penggunaan perangkat-perangkat teknologi tersebut, sehingga penggunaannya tidak melewati batas-batasnya. Tapi orangtuanya harus belajar dulu. Ya perlu semacam edukasi teknologi untuk orangtua,” ujar Tika.
Menurut hasil penelitian lembaga riset pasar ritel dan konsumen global, NPD Group yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat, pada pertengahan 2007, anak-anak usia empat sampai lima tahun yang berada di Amerika Serikat, paling sering menggunakan perangkat teknologi komputer. Walaupun penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat namun hasilnya bisa menjadi sebuah rujukan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, seiring dengan meningkatnya fenomena anak-anak yang akrab dengan dunia TI. Tika mengungkapkan saat ini anak-anak kelas menengah keatas di Indonesia memiliki kemampuan yang tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), karena memiliki akses yang memadai. “Ini seharusnya menjadi sorotan pemerintah. Bagaimana anak-anak menengah ke bawah pun bisa memiliki akses untuk tahu tentang kemajuan teknologi,” tambah Tika.

MINDMAP



TANGGAPAN
Berdasarkan presentasi yang telah dilakukan dan dari studi kasus tentang perkembangan teknologi di Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa pengalokasian akses teknologi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tidak menjangkau kalangan menengah kebawah. Hal ini terlihat dari masih minimnya sarana teknologi untuk anak-anak maupun masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Ilmu pengetahuan, teknologi serta kemiskinan memiliki kaitan struktur yang jelas, sebab bagi siapa saja yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ia akan berkembang mengikuti era globalisasi yang sudah modern ini, sebaliknya bagi siapa saja yang tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ia akan tertinggal jauh oleh pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini. Bila di zaman yang modern ini masih ada masyarakat yang tertinggal dan tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka mungkin saja masyarakat masih terpuruk dalam kemiskinan karena mereka masih menggunakan cara lama yang sudah tertinggal dan tidak efektif dan efisien lagi di zaman ini.
Oleh karena itu, berhubungan dengan studi kasus tersebut, maka sebaiknya pengenalan terhadap ilmu pengetahuan dan  teknologi informasi seharusnya sudah diperkenalkan sejak dini oleh para orang tua agar dapat memperkecil kemiskinan dari dampak perubahan teknologi. Pemerintah sudah seharusnya mengalokasikan fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan teknologi secara merata. Hal ini harus segera dilakukan agar masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dapat bersaing di era globalisasi yang mayoritas dimenangkan oleh masyarakat dengan akses teknologi yang mudah dan terjangkau. Apabila pengalokasian akses teknologi dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat, baik masyarakat menengah keatas maupun masyarakat menengah ke bawah, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi Negara maju dan memiliki sumber daya yang berkualitas.  

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Hello Blogwalking :D Welcome to My Blog. Enjoy!!